Recent Videos

Selasa, 05 Juli 2011

Tiga punggawa timnas putri Perancis berfoto bugil

 
WartaNews-Berlin - Tiga punggawa timnas putri Perancis berfoto bugil demi mempromosikan serta menarik minat penonton di Piala Dunia Wanita 2011 Jerman, sumber AFP melaporkan.

Penyerang asal klub Juvisy, Gaetine Thiney, 25, serta dua pemain asal Olympique Lyon, Elodie Thomis, 24, dan Corine Franco, 27, menyatakan mereka rela difoto bugil untuk edisi Minggu media Jerman, Bild, agar menimbulkan kontroversi dan menarik perhatian publik.

Di bawah foto trio pemain tersebut, tertera tulisan: "Apakah ini yang harus kami tunjukkan sebelum Anda akhirnya datang melihat pertandingan kami?"

"Hasil foto itu sangat indah dan aku sangat menyukainya," ujar Thiney kepada Bild.

Thiney juga mengungkapkan kekagumannya kepada tuan rumah Jerman, yang telah meraih gelar juara dunia dua kali, karena sepakbola wanita di negara itu lebih berkembang dan dihargai dibandingkan di Perancis.

Bulan lalu, sebelum Piala Dunia Wanita dibuka, beberapa pemain timnas putri Jerman dari klub Bayern Munich, Gutersloh dan Wolfsburg, juga tampil tanpa busana di majalah Playboy untuk tujuan yang sama, yakni menarik minat publik. (*/dar)

Langkah paling awal dalam pembuatan film animasi

1. Penyampaian Ide Cerita
Ini adalah langkah paling awal dalam pembuatan film animasi. Pencetus ide menyampaikan idenya kepada tim pengembang. Nantinya, ide itu bakal dikaji segala kemungkinannya. Termasuk prospek jualannya. Kira-kira bakal laku nggak? Bagian yang paling sulit adalah meyakinkan audiens bahwa ide ini bagus dan bisa dijual.

2. Pecatatan Ide Cerita
Kalo udah lolos dari tahap pertama, inti dari ide cerita itu akan dibuat menjadi semacam dokumen. Biasanya, ide ini akan diolah dan dikembangkan sedemikian rupa. Tujuannya untuk melihat semua kemungkinan menyangkut kreasi yang akan dibuat oleh bagian pengembang.

3. Pembuatan Storyboard
Begitu ide cerita kelar dicatat dan dikembangin, dibuatlah storyboard. Storyboard adalah proses penggambaran dengan cara manual, persis seperti di buku komik. Nantinya akan digunakan sebagai patokan gerakan dan dialog yang akan dibuat dalam film. Setiap pembuat storyboard akan menerima skrip. Di dalamnya ada keterangan tentang karakter tokoh yang akan dibuat yang harus tampak dalam gerakan tokoh tersebut.

4. Perekaman Suara
Begitu storyboard kelar dibikin, pengisian suara sementara untuk storyboard pun direkam. Ini cuma buat guide aja buat mempermudah pembuatan animasi. Nantinya, suara-suara ini bakal digantiin sama aktor profesional yang dikontrak mengisi suara karakter.

5. Pembuatan Rol Film
Rol adalah sebuah rekaman video yang menghasilkan setiap sekuen storyboard yang udah jadi. Video ini tidak dilengkapi dengan penjelasan jalan ceritanya. Rol ini merupakan tahapan penting untuk meloloskan sebuah sekuen.

6. Penciptaan Tampilan
Berdasarkan storyboard, proses kreatif serta hasil kerja tim pengembang, pekerjaan dilanjutkan oleh unit seni. Di bagian ini, bakal dibuat gambaran dunia serta karakter-karakternya. Mereka juga membuat gambar set, tampilan visual, serta warna-warna yang bakal dipake. Termasuk pencahayaan biar terkesan lebih nyata.

7. Pembuatan Model
Dari situ, karakter-karakter film akan dibuatkan patung modelnya secara hand made. Acuannya adalah dari hasil kerja unit seni. Selanjutnya akan di-scan dengan teknik tiga dimensi atau bisa juga langsung dibuatkan model 3-D nya di komputer. Selanjutnya tugas animator untuk membuat karakter bergerak.

8. Melengkapi Set
Setelah set dibuat secara tiga dimensi, masih harus dilengkapi komponen lain. Contohnya kursi, tirai bahkan mainan untuk membuat tampilan yang lebih nyata. Pembuat set bekerja dengan pengawasan dari sutradara. Ini untuk memastikan bahwa lingkungan yang dibuat sesuai keinginan sutradara.

9. Penggarapan Scene
Di bagian ini, kru lay out mulai memasukkan karakter-karakter ke dalam set. Tahap ini udah mulai menggunakan kamera untuk menangkap emosi dan inti cerita setiap scene.

10. Sentuhan Animasi
Selanjutnya, para animator mengatur gerakan-gerakan serta ekspresi wajah karakter dalam setiap scene.

11. Dimensi Set dan Karakter
Penciptaan dimensi ini terpisah dari permukaan yang akan digarap. Hasilnya berdasarkan model. Sementara tekstur permukaan ditentukan oleh penciptaan dimensi ini.

12. Pencahayaan dan Penyempurnaan Tampilan
Setiap scene digarap seperti layaknya membuat pencahayaan untuk objek tiga dimensi. Ini semua menggunakan pencahayaan digital. Tujuannya untuk menghasilkan nuansa yang sempurna. Penciptaan pencahayaan ini tetap mengambil acuan dari skrip yang dibuat unit seni.

13. Data Komputer di-Render:
Rendering adalah mengolah semua komponen. Dalam hal ini set, warna, gerakan karakter dan lain-lain ke dalam satu frame film.

14. Final Touch
Editor mengevaluasi keseluruhan unsur musik yang dimasukan. Termasuk efek-efek suara yang digunakan. Terakhir, frame-frame digital akan direkam ke dalam film. Dan, film animasi pun kelar dibuat.

KAMUS ANIMASI
Beberapa istilah umum yang sering digunakan dalam pembuatan film animasi, diantaranya yaitu :
Animation (Animasi) adalah rangkaian proses di mana setiap frame dari sebuah film diproduksi satu per satu. Bisa dalam bentuk komputer grafis, gambar manual, atau menggunakan sebuah model yang bisa diubah-ubah. Dua jenis terakhir nantinya bakal melibatkan proses fotografi.
Animation Character (Karakter animasi) adalah satu aspek khusus dalam proses pembuatan animasi. Ini seperti kita menciptakan mahluk hidup. Salah satu bagian paling sulit adalah menyangkut penciptaan nuansa, bahasa tubuh, gerakan-gerakan berbeda serta gerakan mulut. Hal-hal inilah yang akan membuat karakter itu tampak benar-benar hidup.
SFX Animator (Efek khusus animasi) adalah segala sesuatu yang bergerak tapi bukan bagian dari karakter. Yang masuk kategori ini misalnya, mobil, kereta api, hujan, salju, api, magic, serta bayangan.Sama kayak karakter yang digarap oleh animator karakter, efek khusus juga digarap oleh tim spesial. Namanya special effect animator.
Gerakan bakal tampak ketika semua frame digabung jadi satu kesatuan. Kecepatannya bisa mencapai lebih dari 16 frame per detik. Hal ini jelas butuh tenaga dan waktu yang nggak sedikit. Untungnya, perkembangan komputer animasi yang makin canggih bisa lebih memudahkan proses ini. (*)

Proses membuat film kartun


.
1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun cerita. Nantinya ide cerita ini disampaikan dihadapan tim pembuat film kartun.
Pencetus ide harus bisa menyampaikan idenya dengan jelas. Dia juga harus bisa meyakinkan tim bahwa cerita film itu akan disukai penonton.
2. Ide yang disetujui kemudian disempurnakan menjadi cerita yang utuh. Setelah itu, dibuat storyboard . Storyboard ini mirip komik, tetapi ukurannya besar.
Dia berupa gambar sketsa yang menjelaskan isi cerita. Di situ dituliskan juga dialog yang diucapkan tokoh dan bagaimana emosinya.
3. Setelah storyboard  disetujui, dialog dan musik direkam. Rekaman dilakukan dengan berpatokan pada storyboard. Biasanya dilakukan beberapa kali rekaman.
Hasil yang paling bagus akan dipilih untuk dibuat animasinya.
4. Karakter tokoh kartun disempurnakan. Seorang ahli yang disebut layout artist  memikirkan bagaimana adegan mesti digambar. Dia membantu sutradara menentukan bagaimana gambar background  mesti dibuat.
Layout artist kemudian membuat panduan gambar bagi tukang gambar background  dan karekter tokoh.
Tukang gambar background  akan menggambar semua gambar latar belakang film. Sementara itu, animator akan menggambar gerakan tokoh sesuai dengan dialog dan musik yang sudah direkam.
5. Gambar tokoh dibuat di atas seluloid atau sejenis plastik transparan. Jumlah gambar ini bisa sangat banyak tergantung gerakan si tokoh.
Gambar ini kemudian digabungkan dengan gambar background, lalu difoto dengan kamera film.
Gambar kemudian difoto satu per satu. Karena itulah, perlu waktu lama untuk membuat film kartun.
6. Sekarang, banyak perusahaan membuat film kartun dengan komputer. Mereka menggambar dan mewarnai dengan komputer.
Ternyata ini lebih menghemat waktu. Bahkan, dengan bantuan komputer, sekarang bisa membuat film kartun tiga dimensi.
(Kidnesia/Bobopengetahuan/Joko)

Cara menambah kecepatan internet pada Windows XP


windows xp
Mungkin sedikit banyak orang sudah tahu khususnya pakar teknisi komputer. Ternyata kecepatan bandwidth internet dalam keadaan defaultnya pada Windows XP dibatasi hanya 80% dari nilai maksimal. Jadi kalau ingin menambahkan sebesar 20%, perlu disetting lagi konfigurasinya agar kecepatan bandwidth menjadi 100%.
Cara rahasia menambah kecepatan internet pada Windows XP adalah sebagai berikut:

1. Dari menu Start -> Klik Run, ketik gpedit.msc
2. Klik OK. Kemudian akan muncul layar Windows Group Policy.

3. Selanjutnya klik Administrative Template -> Network -> QoS Packet Scheduler
adm temp
4. Klik “Limit reservable bandwith” pada sebelah kanan. Ubah setting ke Enabled.
Ubah bandwith limit dari defaultnya sebesar 20% menjadi 0%.
adm 2
5. Klik Apply, lalu OK.
6. Restart komputer
Semoga bermanfaat yah

Buka-bukaan Trik Film di Seminar Animasi



JAKARTA, SENIN--Craig Halperin, animator professional dari Digital Domain Studio yang bermarkas di Amerika Serikat memberi pemaparan tentang animasi dalam seminar The Making of Kungfu Panda & Bee Movie di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, (22/9). Seminar tersebut diselenggarakan oleh Digital Studio College dan SIGGRAPH lembaga nirlaba bidang komputer grafis.
Craig Halperin yang biasa dipanggil Xray menunjukan sedikit proses pembuatan film animasi yang pernah dibuat seperti film Titanic, Terminator 2, X Men 2, Bee Movie serta beberapa iklan komersial kepada sekitar 250 peserta yang hadir mulai dari pecinta animasi maupun animator pemula.
Xray mengatakan pekerjaan animasi tidak mudah, dibutuhkan skill yang tinggi dan peralatan pembutan animasi yang mendukung. Kita bekerja berbulan-bulan untuk adegan yang hanya beberapa detik, ucapnya.
Deswara Aulia, pemilik Infinite Frameworks Studio yang hadir dalam seminar tersebut mengatakan dunia animasi sangat menjanjikan karena industri animasi dunia sedang berkembang pesat dan dibutuhkan banyak animator muda. Ia mengatakan sudah saatnya animator-animator muda Indonesia unjuk gigi bukan hanya sebagai penonton film saja. "Tingkatin skill, buat film animasi trus tunjukin karya lewat blog, youtube, atau bikin website," katanya.
Menurut Deswara, dunia animasi di Indonesia sudah berkembang mulai dari film maupun iklan animasi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang tinggi dibidang animasi. Saya yakin nantinya 50 persen animator di Asia adalah orang Indonesia, ucapnya
Santi (18), salah satu peserta mengatakan dunia animasi sangat menarik . Ia berharap seminar animasi dengan mendatangkan animator professional lebih sering diadakan untuk perkembangan animasi di Indonesia. Acaranya bagus, tapi sayang penjelasannya kurang mendalam, ucapnya.(M15-08)

Proses pembuatan animasi

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.

Proses pembuatan animasi

Ada dua proses pembuatan film animasi, diantaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup berperan. "Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara 30-45 menit."[1] Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi terkadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.

[sunting] 2Dimensi

[sunting] Celluloid (konvensional)

Teknik Celluloid (terkadang disebut menjadi cell) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera didalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
  • Pra-produksi:
    • Konsep,
    • Skenario,
    • Pembentukan karakter,
    • Storyboard,
    • Dubbing awal,
    • Musik dan sound FX
  • Pasca-produksi:
    • Lay out (Tata letak),
    • Key motion (Gerakan kunci/ inti),
    • In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
    • Clean Up (Membersihkan gambar dengan menjiplak)
    • Background (Gambar latar belakang),
    • Celluloid (Ditransfer keatas plastik transparan)
    • Coloring (Mewarnai dengan tinta dan cat).
  • Post-produksi:
    • Composite,
    • Camera Shooting (Gambar akan diambil dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
    • Editing,
    • Rendering,
    • Pemindahan film kedalam roll film.

[sunting] Komputer

Setelah perkembangan teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan terkadang harus diulang kembali dari awal. Proses pembuatan animasi 2Dimensi digital terdiri dari:
  • Pra-produksi:
    • Konsep,
    • Skenario,
    • Pembentukan karakter,
    • Storyboard,
    • Dubbing awal,
    • Musik dan sound FX
  • Pasca-produksi:
    • Lay out (Tata letak),
    • Key motion (Gerakan kunci/ inti),
    • In Between (Gambar yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
    • Background (Gambar latar belakang),
    • Scanning
    • Coloring.
  • Post-produksi:
    • Composite,
    • Editing,
    • Rendering,
    • Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya.

3Dimensi

Tiga Dimensi, biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.

Cara Membuat Animasi inbeethwin

Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah – olah hidup ( bergerak ), seperti yang pernah kita lihat film – film kartun di tevisi maupun dilayar lebar
jadi Animasi kita simpulkan menghidupkan benda diam diproyeksikan menjadi bergerak
Animasi dasar tahap awal
Kita sudah sekian lama mengenal animasi malalui film – film kartun yang tayangkan di TV maupun VCD.
Pada dasarnya film/ Video Animasi berupa rangkaian gambar secara in beetwin lalu diproyeksikan pada layar menjadi gerakan, nah gerakan inilah kita sebut Animasi.
Diera teknologi saat ini banyak sekali sofwer sofwer computer yang mensuport pembuatan animasi seperti : Diretor, Adobe Imag redy, Flash, 3d studio max, ulead Cool 3D studio,
Animasi tidak hanya untuk film kartun saja, dapat juga kita gunakan untuk media media pendidikan, inpormasi, dan media pengetahuan lainnya yang tidak dapat digangkau dengan life melalui kamera foto atau video, contoh misalnya membuat film proses terjadinya tsunami,atau proses terjadinya gerhana matahari, ini akan sulit ditempuh dengan pengambilan gambar langsung melalui kamara
Untuk membuat film/ video animasi tidak cukup hanya mengandalkan sofwer yang ada, melainkan kita harus dapat menguasai dasar dasar animasi terlebih dahulu agar hasil animasi kita mencapai sempurna
Pada ummnya Banyak dikalangan remaja remaja kita yang berminat membuat video animasi kartun khususnya remaja SMK Multimedia yang hanya mengadalkan sofwer computer saja tidak mendapatkan pengetahuan dasar animasi padahal basic mengambarnya sudah memadai.
Pada dasar animasi yang harus ketahui adalah unsure unsure gaya tarik, gaya dorong maupun gravitasi bumi, dan kelenturan gerakan, ini sangat penting disaat kita membuat inbeetwin ( rangkaian gambar )
Sebelum kita membuat inbeetwin diatas kertas terlebih dahulu kita buat guideline gerakan yang diinginkan lalu menentukan titik titik rangkaian gambar yang akan kita buat
Kita dapat menghitung gambar gambar yang akan dibuat dengan rasio film/ video, pada rasio video system PAL yaitu : 25 freme/detik sitem NTSC yaitu : 30 freme/ detik
Kita tidak perlu membuat gambar setiap freme cukup 1 gambar untuk 2 freme berarti membuat gerakan 1 detik hanya diperlukan 12 gambar ini guna untuk mengefektifkan gambar yang kita buat, karena mata kita hanya mampu melihat pergantian gambar 6 freme/detik selebih dari itu yang terlihat hanyalah suatu gerakan
Untuk menentukan titik titik pada guideline yang kita akan gambar tidak sama jaraknya karena kita harus mengkaitkan unsure gaya tarik gaya dorong dan gravitasi serta kelenturan gerakan lihat contoh sederhana rangkaian gambar dibawah ini :
gbr1.jpg
Gambar ini merupakan suatu gerakan bola yang melambung keatas dan kembali menyentuh ketanah,
Pada awalnya bola berbentuk normal selanjutnya bola mulai berubah lonjong dikarenakan kita mengkaitkan unsur gaya dorong sehingga bola kita buat agak lonjong kebelakang dan jarak agak jauh, pada saat bola akan mencapai puncaknya jarakpun semangkin dekat dan bola sedikit demi sedikit kembali normal
Pada saat bola mulai turun betuknya berubah menjadi lonjong karena kita mengkaitkan unsur gaya gravitasi
Nah pada saat bola menyentuh tanah bentunya berubah menjadi gepeng ini mengesankan bola ini lentur dan kita tambah 1 gambar bola bentuk normal
Pada prinsipnya pembuatan animasi kita harus mengkaitkan 3 unsur dan daya lentur gerak tadi seperti diatas agar animasi yang kita buat sempurna
Penggunaan guideline sangat penting untuk mengarahkan gerakan animasi anda agar tidak menjadi patah patah atau gerakan tidak lues
Untuk menetukan titik gerak anda dapat menghitung durasi yang anda butuhkan dikalikan freme lalu dibagi 2
Misalnya yang anda inginkan membuat gerakan 4 detik jadi : 4 X 25 : 2 = 50 gambar yang harus dibuat
Demikianlah pengetahuan animasi dasar tahap awal, silah anda mencobanya dan tunggu pengetahuan animasi dasar tahap berikutnya.
SELAMAT MENCOBA !!!!
Hasil animasinya seperti ini

Sabtu, 02 Juli 2011

Bodypaint Photos Ashley Greene

Ashley 
Greene in BodypaintAshley 
Greene in Bodypaint

Selasa, 28 Juni 2011

Melihat Storyboard Foto





Contoh Storyboard

Storyboard Examples
From the Jane Animation Project - Hunting Sequence
Jane Animation Project Hunting Sequence Storyboard
A simple storyboard made using stick figures
Stick figure storyboard example
A storyboard for a TV Western
TV Western storyboard example

More Links
Acting With A Pencil
Famous Frames - Storyboards from Hollywood movies

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More